Tampilkan postingan dengan label tips and trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips and trik. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 September 2010

Love Story

Empat Tanda Cinta Sejati
Anda dapat menemukan seseorang yang benar-benar sangat cocok untuk dijadikan pasangan hidup dan bahkan memilikinya lebih dari satu dalam hidup Anda. Tetapi kemudian bagaimana Anda benar-benar mengetahuinya dengan yakin?
Berikut bantuan untuk meyakinkan keputusan hubungan Anda:

Ungkapkan keinginan dan mengapa menginginkannya?
Anda harus memiliki kejelasan tidak hanya tentang apa yang Anda ingin dari cinta, tetapi apa yang diinginkan dalam hidup dengan pasangan Anda. Segera setelah mengetahui itu, Anda akan yakin telah masuk dalam suatu hubungan dengan tujuan dan visi yang jelas seperti apa hubungan Anda dengan dia. Menentukan kriteria akan membantu terhindar dari kesulitan terlibat dengan seseorang yang tidak cocok bagi Anda.
Ukur romantisme Anda
Meskipun kedengarannya basi, buatlah daftar harapan pasangan ideal Anda. Isi dengan keinginan pasangan sempurna, istimewa tetapi realistis. Semakin banyak Anda tahu apa yang cocok bagi Anda, semakin mudah menangkap momen kapan dia bisa berjalan bersama Anda.
Cintai diri sendiri
Ada pepatah lama mengatakan: “Anda tidak akan bisa membahagiakan orang lain sampai Anda membahagiakan diri sendiri.” Hal ini tidak hanya akan membantu pada saat bertemu dengan seseorang yang baru tetapi juga membantu Anda memulai hubungan pada saat yang tepat.
Jadilah yang terbaik
Cinta bukan hanya sekedar mencari seseorang yang

Sabtu, 21 Agustus 2010

Tips Mengajarkan Anak Menunda Keinginan.

“Ma, belikan tas yang gambarnya Princes doong!”, “Nggak mau, nggak mau, pokoknya harus baju Ben-10 sekarang!” dan rengekan-rengekan yang lain, yang kadang disertai dengan ‘aksi’ menjatuhkan diri atau berguling-guling di lantai toko/mall, merupakan beberapa cara yang digunakan anak untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mengapa hal tersebut terjadi? Mengapa anak suka memaksa dan maunya dituruti? Hal ini bisa disebabkan oleh 1) Bisa jadi, anak pernah minta sesuatu pada orang tua dengan cara bertanya, “Pa, aku boleh beli mainan ini nggak?”. Tetapi orang tua tidak meresponnya. Ketika anak bicara dengan baik-baik dan tidak direspon bisa saja kemudia menggunakan cara ‘memaksa’ untuk mendapatkan keinginannya; 2) Orang tua biasanya menjadi malu ketika anak berkelakuan seperti di atas, apalagi di tengah keramaian sehingga biasanya orang tua langsung mengabulkan permintaan anak. Ketika cara ini berhasil, maka anak akan menggunakan cara ini sebagai ’senjata’ mencapai apa yang ia inginkan; 3) Anak terbiasa selalu dipenuhi semua keinginannya sehingga ketika Anda menolak, dia menjadi sangat kecewa dan melampiaskannya dengan berbagai cara; 4) Anak terbiasa dengan keadaan yang ’serba ada’ sehingga ketika keadaan menjadi berbeda, anak tidak akan menerimanya dengan mudah. Lalu bagaimana mengatasinya? Berikut ini Tips mengajarkan Anak untuk menunda keinginanya:
1. Buat Daftar Prioritas. Orang tua dapat mengajak anak untuk membuat skala prioritas belanaj, atau barang apa saja yang dapat dibeli bulan ini. Sebaiknya hal tersebut dibuat bersama anak, agar anak lebih terlibat sehingga memudahkan dalam prakteknya nanti.
2. Mulai Ajarkan Anak Untuk Menunda Keinginan. Ketika anak meminta sesuatu, usahakan jangan langsung memenuhi -walau sebenarnya Anda mampu- namun berikan temp. Misalnya, ketika anak Anda baru duduk di kelas 2 SD minta dibelikan sepeda agar bisa berangkat sendiri ke sekolah, sementara Anda sendiri tidak yakin dengan keamanannya, Anda bisa mengatakan, “Kak, papa akan belikan sepeda kalau kakak sudah naik kelas 4, karena papa yakin pada saat itu kakak sudah mampu berangkat sendiri ke sekolah, sabar ya”. Tapi di lain sisi, janji harus ditepati, karena jika tidak, anak akan sulit percaya dengan orang tua.
3. Hadapi Dengan Tenang. Ketika anak meminta dengan cara yang ‘heboh’ biarka saja. Jika anak sudah cukup tenang, ajaklah bicara. Ingatlah bahwa anakusia dini sangat cepat belajar dari lingkungannya. Jika cara menangis ternyata cukup ampuh untuk mendapatkan apa yang dia mau, maka jangan heran kalau besok cara ini akan ia gunakan lagi.
4. Tumbuhkan Empati. Ajaklah anak untuk melihat teman-temannya yang kurang mampu sehingga mereka punya kepekaan sosial yang membuat mereka bersyukur dengan apa yang mereka punyai.
5. Ajak Bicara. Anak-anak adalah individu yang unik. Terkadang Anda sebagai orang tua meremehkan kemampuan mereka. Anda sebagai orang tua menganggap mereka adalah anak kecil yang belum mampu diajak layaknya orang dewasa. Cobalah mengubah cara pandang tersebut dan mulailah untuk semakin sering mengajak anak ngobrol dan berdiskusi. Dengan komunikasi anak tahu apa yang diinginkan orang tua, demikian pula sebaliknya.
6. Ajarkan Anak Untuk Menabung. Biasakan anak menabung sejak dini, jelaskan juga manfaat menabung salah satunya adalah jika uang tabungan sudah banyak bisa digunakan untuk membeli mainan atau barang baru yang diinginkan. Menabung juga melatih anak untuk sabar dan mengendalikan diri sejak awal.
7. Lead By Example. Ajarkan hal tersebut melalui praktek lengsung dengan membeli barang dengan sabar. Misalnya, ajak dia serta ke toko buku. Ketika Anda menanyakan salah satu buku yang Anda inginkan ternyata belum sampai di toko buku tersebut, sampaikan pada si anak, “Wah, papa sepertinya harus menunggu 1 minggu lagi ni, soalnya buku yang papa inginkan belum sampai di sini”. Atau ketika Anda tengah membeli suatu barang ternyata uang tunai yang Anda bawa tidak mencukupi -padahal sebenarnya Anda juga bisa mengambil melalui ATM- Anda bisa mengkomunikasikan, “Hm, sepertinya harga barangnya sudah naik hari ini, uang papa belum cukup nih. Papa spertinya harus nabung lagi.” 


sumber: TipsAnda.com

Jumat, 20 Agustus 2010

Cara Mengajarkan Disiplin Pada Anak

Cara Mengajarkan Disiplin Pada Anak
Tahukah para pembaca. Cara Mengajarkan Disiplin Pada Anak dan waktu yang tepat Mengajarkan disiplin yang anak harus dimulai sejak dini. Tak hanya anak yang harus konsisten menjalani, orang tua pun harus siap menjadi model utamanya. Pelajaran kedisiplinan sejak dini dalam keluarga memberikan kontribusi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Kenapa? Karena ada syarat yang harus Anda penuhi sebagai orangtua, sekaligus menyumbangkan banyak hal positif dalam diri anak.

Orangtua sudah waktunya menularkan virus disiplin sejak dini agar nilai positif tertanam dalam diri anak Anda, demikian menurut Heny Supolo Sitepu, MA, pakar pendidikan dari Yayasan Cahaya Guru. Sederhananya anak Anda akan tumbuh menjadi anak yang:

* Terbiasa menggunakan waktu dan kesempatan dengan sebaik-baiknya.
* Memiliki kesiapan untuk bermasyarakat, menggunakan kepentingan bersama di atas kepentingan individu.
* Memiliki kepekaan terhadap lingkungannya.
* Memiliki kemampuan penyesuaian diri dengan latar belakang dan kondisi berbeda.
* Menghargai sesama.
* Menerima perbedaan.
* Jujur.
* Mampu bekerja sama.
* Bertanggungjawab atas kesalahan yang diperbuat, dan berani memperbaiki.

Untuk menjadikan anak seperti dijelaskan di atas, sebagai orangtua Anda harus memenuhi syarat utamanya yaitu:
1. Konsisten memberikan contoh dalam keseharian.
2. Konsisten memberi kesempatan pada anak untuk berbuat kesalahan agar anak belajar dari kesalahan dan memperbaikinya.
3. Memahami dengan baik apa alasan utama dari pentingnya kedisiplinan.
4. Pembiasaan untuk melakukan kesepakatan bersama dengan anak mengenai bentuk kedisiplinan. Termasuk dalam menentukan jenis hukuman yang harus mencerminkan proses pembelajaran dalam diri anak.
5. Mengakui kesalahan dan minta maaf kepada anak jika orangtua menyesali ekspresi kemarahan ketika memberi hukuman pada anak.
6. Bertanggungjawab dengan memperbaiki kesalahan yang dilakukan orangtua terhadap anak ketika memberi hukuman, sekaligus menjelaskan bahwa Anda sebagai orangtua kecewa dengan ketidakdisiplinan anak.

Jadi, persiapkan diri Anda sebagai orangtua untuk memulai pelajaran disiplin dalam rumah, sebelum menularkannya pada anak tercinta. Semoga Cara Mengajarkan Disiplin Pada Anak ini Bisa menjadi tambahan ilmu untuk kita semua paraorang tua.


sumber: berita artis Indonesia